Fajar dan senja itu buta ibu...
Mereka tidak menunjukkan siang
Tidak juga menunjukkan malam
Hanya menggantungkan pada ketidakpastian
Abu-abu itu buta ibu...
Ia tidak pernah memutih
Tidak pernah pula berubah jadi hitam
Berdiri pada ketidak awasan
Arang itu buta ibu...
Ia mengundurkan diri menjadi kayu
Namun enggan pula menjadi debu
Hanya senang dengan keasingannya sendiri
Lampu merah itu buta ibu...
Ia berhenti diantara persimpangan
Entah lurus, entah berbelok
Hanya pasrah menunggu waktu
Menunggu berpindah menjadi hijau
Diri ini buta ibu...
Memiliki keduanya
Baik yang kanan maupun kiri
Memfungsikan keduanya
Baik kanan maupun kiri
Mata ini buta ibu...
Hanya realitas antara nyata
Buruk dan baik
Hingga angan pun terbengkalai
Hati ini pun telah buta ibu...
Berkarat pada permainan otak
Terfokus pada keangkuhan tubuh
Hingga akhirnya berjalan pada ketiadaan...
Semuanya telah buta ibu...
Seolah berdiri namun berbaring
Seolah terjaga namun tertidur
Seolah hidup namun mati...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar